Purdi E Chandra

Cara “GILA” Jadi Pengusaha

Belajar dari Bank Mega

Terus terang, saya ancungkan jempol buat Bank Mega, yang ternyata saat ini tetap eksis, meski di saat krisis ekonomi sekalipun. Setahu saya, memang pergantian manajemen yang terjadi sejak 1996 lalu, terbukti telah meningkatkan kinerja bank itu. Setidaknya, ini terlihat dari perjalanan bisnisnya yang berhasil meraih prestasi demi prestasi, baik dalam skala nasional, regional, maupun intersional.

Prestasi pertama yang diraih Bank Mega adalah keberhasilannya mendapatkan peringkat pelayanan terbaik di antara 34 Bank (pemerintah, swasta, dan asing). Keberhasilan ini sekaligus mengawali pencanangan tahun 1999 sebagai “Tahun Service Excellence”. Selaras dengan itu, kualitas pelayanan terus dikembangkan dari waktu ke waktu, berdasarkan kebutuhan nasabah.

[Read the rest of this entry...]

“Tukang Jahit” ala Tensia

Pernah suatu kali saya diajak seorang peserta “Entrepreneur University” ke Jakarta. Tujuannya kita ingin melihat bagaimana perusahaan Tensia Manufacturing yang terletak di kawasan Cibubur, Jakarta, dalam menjalankan bisnisnya.

Apa yang saya lihat sungguh di luar dugaan. Bukan karena yang saya lihat perusahaan yang cukup besar, tapi yang membuat saya kagum adalah kegiatan bisnisnya, yaitu membuatkan produk consumer good atau home care bermacam-macam merek. Perusahaan itu menjalankan bisnisnya dengan membuatkan produk atau barang-barang kebutuhan rumah tangga, seperti: shampoo, pembersih lantai, pembasmi serangga, parfum, sabun mandi, dan lain-lain. Mereknya pun berbagai macam, ada merek impor, ada pula yang lokal, yang iklannya sering kita jumpai di media massa.

[Read the rest of this entry...]

Nyontek Bisnis, Sah-Sah Saja

Apa boleh kita menyontek bisnis atau kesuksesan pengusaha lain? Saya kira dalam dunia usaha, itu sah-sah saja. Apalagi bagi kita yang baru belajar memulai usaha. Saya sendiri ketika pertama kali buka usaha sewaktu mahasiswa dulu, saya juga bingung mau usaha apa. Saya lihat, Sky Mulyono sukses besar buka bimbingan belajar di Jakarta. Saya pikir, kenapa saya tidak buka bimbingan belajar di Yogya.

Waktu itu saya belum punya pengalaman bisnis. Pokoknya saya buka saja. Saya tak pernah menghitung-hitung, apakah bisnis itu feasible atau tidak. Karena saya yakin kalau usaha Sky Mulyono bisa sukses, maka saya pun bisa sukses. Pendeknya saya memberanikan membuka usaha bimbingan belajar itu, baru hitungan bisnisnya menyusul. Bukan sebaliknya, kita banyak hitungan bisnis, tapi akhirnya usaha tak pernah muncul-muncul, dan hanya sekedar ide. Akhirnya saya buka bimbingan belajar Primagama. Begitu juga, ketika saya buka restoran Padang Prima Raja, saya juga meniru kesuksesan restoran Padang Sari Ratu di Jakarta.

[Read the rest of this entry...]

Mega Entrepreneur

Kegairahan kita untuk menciptakan pengusaha baru, terutama yang bisnisnya sudah mapan, memang sudah mulai tampak sekarang ini. Hanya saja, menurut saya, hal itu sebaiknya harus digalakan lagi.

Dan itu sebagai salah satu pertanda, bahwa sesungguhnya pengusaha kita tidak sekedar antusias dalam memajukan bisnisnya, tapi juga mempunyai tanggung jawab sosial yang tinggi. Sosok pengusaha seperti inilah, pantas kita sebut sebagai Mega Entrepreneur.

Saya sendiri mengakui bahwa pola pikir pengusaha kita yang setiap harinya terbiasa berotak bisnis, lantas juga hrus memiliki jiwa sosial, itu bukanlah tugas ringan. Setidaknya, jika kita sadar betul, bahwa sesungguhnya ikut memikirkan atau munculnya pengusaha baru, sama pentingnya dengan upaya memajukan bisnis kita. Maka dari itu tak ada salahnya kita melakukannya.

[Read the rest of this entry...]

Entrepreneur adalah Soko Guru Perekonomian

Menjadi pengusaha adalah pilihan karier yang menantang dan bisa diraih oleh siapapun tanpa syarat gelar dan bukan karena bakat atau keturunan! Kalau saja, 25-an tahun yang silam saya tidak memilih drop out dari UGM boleh jadi di Indonesia tidak akan pernah ada bimbingan belajar berkembang menjadi bisnis nasional dengan outlet kini sampai 520-an di hampir semua provinsi di tanah air. Oleh karena kecewa pada sistem pendidikan dan perkuliahan pada waktu itu, saya keluar dan mendirikan Primagama yang kini menjadi Holding Company dengan beragam usaha.

Meski hanya ranking 40 dari 50 murid dan hanya lulusan SMP, Sukyatno Nugroho MBA, kini menjadi Raja Es Teller terbesar di tanah air dengan usaha Es Teller 77-nya yang menggurita. Kalupun gelar MBA di belakangnya itu bukan kepanjangan dari master bi=usiness administration yang diburu banyak eksekutif puncak dewasa ini, tapi singkatan dari “Manusia Bisnis Asal-asalan”. Buktinya, meski merasa asal-asalan, bisnisnya kini menjadi pengusaha sukses dan terdepan di pasar bisnis tersebut. Banyak pengusaha sukses lain yang bisa menginpirasi Anda lewat bagian ini.

[Read the rest of this entry...]

Apa Yang Bisa Kita Pelajari dari Mereka

Gajah mati meninggalkan gading, macam mati meninggalkan belang, pengusaha mati? Mestinya meninggalkan nama besar dan sukses bisnis. Nah, berbeda dengan belajar di sekolah umumnya, mencontek itu dilarang dan ada hukuman bagi pelakunya. Tapi dalam sekolah menjadi pengusaha, mencontek bisnis orang lain boleh-boleh saja, tak jarang ide bisnis baru muncul dan improvisasi dari bisnis lain yang lebih dulu ada. Jadi, menjadi pengusaha dengan mencontek bisnis orang lain itu sah-sah saja!

Pada bagian ini ada beberapa sosok pengusaha atau model bisnis atau juga trik pemasaran yang menarik untuk dipertimbangkan sebagai bahan contekan dan mungkin bisa menginpirasi anda menciptakan bisnis baru yang cerdas dan lebih menarik dari yang sudah ada sebelumnya. Misalnya, gaya Tensia, dimana lewat perusahaan Tensia ide produk bisnis cemerlang, jangan berhenti tak bisa produksi karena belum punya pabriknya, kita bisa minta si Tensi membuatkan atas nama perusahaan kita. Akhirnya, ibarat tukang jahit, Tensia bisa membuat beragam kaos atau kemeja dengan banyak desain dari berbagai merek. Ini sekaligus menginpirasi saya, kalau kita bisa membuat bisnis dengan gaya BOPOL alias modal Berani Optimis Pabrik Orang Lain!

[Read the rest of this entry...]

KebunEMAS

Modal Bisnis