Berani Merantau
Kita itu memang harus punya keberanian merantau. Sebab, dengan keberanian merantau, kita akan lebih bisa percaya diri dan mandiri.
– Purdi E Chandra
BANYAK entrepreneur yang sukses karena ia merantau. Orang Tegal sukses dengan warteg-nya di Jakarta. Begitu juga orang Wonogiri sukses menekuni usaha sebagai penjual bakso. Orang Wonosari sukses sebagai penjual bakmi dan minuman. Sementara orang Padang, sukses dengan bisnis masakan Padang-nya.
Bahkan, orang Cina pun banyak yang sukses ketika dia merantau keluar negeri. Dan, tak sedikit pula, orang Jawa yang sukses sebagai transmigran di Sumatera. Juga banyak orang dari luar Jawa yang sukses bisnisnya ketika merantau di Yogyakarta. Tapi banyak juga orang Yogya yang sukses menjadi pengusaha atau merintis kariernya, ketika merantau di Jakarta. Hal itu wajar terjadi, karena orang-orang tersebut memang punya keberanian merantau.
Sebenarnya, apa yang diungkapkan di atas hanyalah sekedar contoh, bahwa orang bisa sukses sebagai entrepreneur, kalau orang tersebut memiliki keberanian merantau. Mengapa demikian?
Menurut saya, keberanian merantau itu perlu kita miliki, karena dengan merantau berarti kita berani meninggalkan lingkungan keluarga. Sebab, ketika kita berada di lingkungan keluarga, meskipun kita sudah tumbuh besar atau dewasa, namun tetap dianggap sebagai anak kecil.
Sehingga, hal itu akan membuat kita tergantung dan tidak mandiri. Akibat dari itu sangat jelas, kita mudah patah semangat atau putus asa. Tidak berani menghadapi tantangan atau risiko bisnis. Kita pun akan mudah tergantung pada orang lain.
Tapi beda halnya. kalau kita berani merantau. Hal itu berarti kita siap menjadi “manusia baru”. Kita harus siap menghadapi lingkungan baru, yang barangkali tak sedikit tantangan yang harus dihadapi. Dan, jika saat dulu kita belum tahu apa sebenarnya kelemahan kita, maka dengan merantau hal tersebut bisa diketahui. sedikit demi sedikit kelemahan tersebut akan kita perbaiki di tanah perantauan. Itulah sebabnya mengapa saya yakin, keberanian merantau yang membuat kita punya jiwa kemandirian itu, akan membuat kita lebih percaya diri dalam setiap langkah dalam bisnis maupun karier.
Jadi singkatnya, merantau itu akan membuat kita berjiwa “tahan banting”. Katakanlah, kalau usaha kita ternyata jatuh dan gagal, kita tidak terlalu malu, toh itu terjadi di kota lain. Dengan kata lain, berusaha di kota lain akan mengurangi beban berat, bila dibandingkan dengan merintis bisnis di kota kita sendiri.
Selain itu, keberanian merantau ke daerah lain, akan membuat kita dapat menyelesaikan persoalan sendiri. Bahkan, kita akan merasa tabu terhadap bantuan orang lain. Kita ada rasa untuk tidak mau punya hutang budi pada orang lain.
Oleh karena itulah, saya berpendapat, bahwa sesungguhnya ke-mandirian itu adalah semangat paling dasar dari kita untuk bisa meraih kesuksesan. Dan, alangkah baiknya jika sikap mandiri semacam itu bisa kita bentuk sejak kita masih sekolah.
Maka, jika kita ingin menjadi entrepreneur yang mampu meraih sukses dan “tahan banting”, salah satu kuncinya adalah kemandirian itu sendiri. Dan, kemandirian akan muncul jika kita berani merantau. Buktikan sendiri.



March 24th, 2009 at 09:28
mas/mbak admin, saya dessy dari harian kontan kompas gramedia..mau tanya nomer kontak Pak Purdi..karena saya mau bikin tulisan ttg pak Purdi..trims
rgrds,
Dessy Rosalina 081808118918
March 24th, 2009 at 10:37
saya akan hubungi mbak segera…
March 25th, 2009 at 07:41
Mba/mas… ini webnya pak purdi yg dulu bukan sihhh? kenapa Web yg dulu kok di tutup? apa gara2 ajaran yg berpotensi menyebabkan kredit macet kyk di amrik sono?
admin Reply:
March 25th, 2009 at 07:55
hehehe…ini web p purdi yg dulu…
May 31st, 2009 at 14:16
terima kasih kepada p purdi yang telah menulis artikel ini,sangat cocok dengan pengalaman saya selama saya merantau,setelah lulus sekolah hingga saat ini saya telah merantau dan alhamdulillah saya tlah mendapatkan pelajaran yang banyak bagaimana menjadi bawahan seperti apakah untuk membuat karyawan merasa nyaman dalan bekerja setlah kita jadi pemimpin semuanya tlah saya dapatkan dari rantau inilah hidup yang sebenarnya “hidup berarti berani menjawab tantangan”
October 22nd, 2009 at 04:13
Mbak/Mas Admin. Salam buat pak Purdi ya..
November 8th, 2010 at 15:52
betul mas.. dan saya sudah ada di perantauan 4 tahun lebih..
jd kgn rumah
December 4th, 2010 at 16:32
btul betul betul….
January 28th, 2011 at 10:50
[...] Berani Merantau [...]
April 14th, 2011 at 11:54
[...] merantau, Purdi muda sudah berani meninggalkan kota kelahirannya dan mencoba mandiri dengan bersekolah di [...]
April 20th, 2011 at 21:20
[...] merantau, Purdi muda sudah berani meninggalkan kota kelahirannya dan mencoba mandiri dengan bersekolah di [...]
April 28th, 2011 at 10:58
Benar sekali, Pak. Imam Syafi’i pernah nulis syair begini:
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan
September 17th, 2011 at 10:17
sedih juga tidak bisa tinggalkan suami