Saya Dicap “Orang Gila”
Dalam acara pemberian penghargaan terhadap Lembaga Bimbingan Belajar Primagama oleh Museum Rekor Indonesia (MURI), saya benar-benar “dianggap” oleh rekan saya yang juga direktur MURI, Jaya Suprana.
Dalam acara yang diselenggarakan pada hari Jum’at 2 Juli 1999 yang lalu, saya di cap sebagai “orang gila” oleh Jaya Suprana. “Betapa tidak”, kata Pak Jaya, “Usaha yang dibuka pa Purdi saya nilai sebagai usaha edan-edanan. Pak Purdi memang demikian “gila” berani membuka usaha yang saya nilai sebagai industry bimbingan belajar terbesar di Indonesia,” tutur pakar kelirumologi tersebut. Lebih lanjut dikatakannya “Karena itulah, saya rela menyerahkan sendiri sertifikat MURI ini kepada Pak Purdi. Padahal, saya sebenarnya sudah janjian dengan Presiden Habibie. Tapi karena ada acara ini, acara di Bina Graha saya batalkan,” demikian kelakar Bos Jamu Jago itu.
Yah begitulah Pak Jaya. Bahkan , saya juga dibilang “gila”, karena begitu cepat dalam mengembangkan bisnis pendidikan ini. Dan memang, pada usia 18 tahun pada 10 Maret 2000 yang lalu. Primagama telah berkembang lagi, dengan memiliki 181 cabang di 96 kota yang tersebar di 16 provinsi.
“saya salut sama Pak Purdi. Sebagai seorang wirausahawan, ia selalu melakukan hal-hal yang tidak rasional dan terlalu berani. Tidak punya modal cukup, berani buka usaha. Terlalu optimis terhadap ide-ide rencana usahanya, dan mengambil resiko adalah pekerjaan biasa,” demikian kata Pak Jaya lagi dalam kesempatan pidatonya.
Entrepreneur lain yang disebut Pak Jaya adalah Tirto Utomo, yang rupanya lebih gila lagi. Tirto Utomo bisa menjual air (aqua) lebih mahal dari bensin. Dan bisnis Tirto saat ini pun berkembang sangat pesat.
Jaya Suprana mengatakan begitu, karena memang faktanya demikian. Banyak usaha yang dimulai dari ide-ide gila, dan keberanian yang luar biasa. Bagi orang awam, perilaku wirausaha memang terasa aneh dan sulit dicerna. Tapi bila dilihat dari sisi motivasi, mereka memang orang-orang yang memiliki motivasi yang tinggi (high achiever) dalam meraih sesuatu. Tak lekang karena panas, tak lapuk karena “hujatan”. Padahal belum tentu memiliki kepandaian dan keterampilan yang memadai untuk memulai usahanya.
Entrepreneur itu adalah pemberani, walaupun belum tentu ia orang pandai. Orang pandai justru belum tentu berani. Hal ini mungkin karena terlalu berhitung. Banyak wirausaha yang lahir bukan karena pandai, tetapi karena berani. Berani memulai usahanya. Berani meraih peluang. Tidak pernah takut.
Menurut Marianne Williamson, ketakutan kita yang paling mendalam bukan karena kurang memadai. Ketakutan yang paling mendalam adalah karena kita terlalu kuat. Sisi terang, bukan sisi gelap yang membuat kita takut. Dari kalimat tersebut dapatlah diambil kesimpulan, bahwa makin tahu banyak hal, maka makin membuat orang takut mencoba. Sehingga teman saya yang seorang akuntan, dan ingin berwirausaha, ia akan selalu menghitung feasibility-nya dan tidak memulai usahanya. Sementara, peluang yang sama telah direbut orang lain.
Saya tidak menyarankan untuk tidak menghitungrencana usaha Anda. Tetapi, keberanian untuk memulai nampaknya harus didahulukan. Ada teman saya yang ingin membuka usaha retail atau warung kelontong. Yang dia hitung dan bayangkan, adalah akan membutuhkan modal yang banyak, tempat yang bagus, dan bayangan yang serba menakutkan. Dan, pada saat bertemu dengan saya, dia saya sarankan membuka retail-nya dulu baru berfikir kemudian. Ternyata betul juga, begitu retailnya dibuka, banyak orang yang menitipkan barang (konsinyasi), dimana hal tersebut tak pernah difikirkan. Kemudian ada petugas bank yang menawarkan pinjaman uang untuk meningkatkan modal. Dan banyak kesempatan yang datang silih berganti, yang tidak pernah diduga sebelumnya.
Keberanian seorang entrepreneur untuk berwirausaha itu sama dengan keberanian menghadapi resiko. Kalau dengan negative thinking risiko akan sama dengan bahaya. Tapi kalau positive thinking, maka resiko itu sama dengan rezeki. Risiko yang didapat pun kecil. Contohnya, tukang cuci piring, risikonya hanya memecahkan piring, maka penghasilan pun kecil. Yang berisiko besar, penghasilannya pun akan besar. Sehingga, seberapa besar rezeki yang diinginkan, sama dengan seberapa besar Anda mengambil resiko.



January 1st, 2010 at 09:01
Kalo Pak Purdie di cap orang gila oleh Jaya Suprana, saya dianggap orng sinting oleh keluarga dan teman-taman saya. Bagaimana tidak baru aja ikut EU 80 aja baru 2 bulan udah berani ambil kredit yg bernilai milyaran untuk bisnis property saya dan dikasi pula oleh bank jadi yang sinting siapa saya atau banknya atau sama2 sinting.
Konsep BODOL, BOBOL dan BOTOL benar2 saya jalankan setelah mengikuti EU, dan insya allah bank berani tuh kasi saya kredit.
Dalam urusan bisnis ini yang penting AMANAH dan FATONAH menggunakan pinjaman bank dengan bijak bukannya abis dapet kredit terus beli mobil baru atau jalan2 ke luar negeri. Gunakan prinsip MANJADA WAJADA, barang siapa berusaha bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil, jangan pernah takut gagal, kalo gagal bangun bisnis lagi terus aja begitu, semua orang pernah gagal dan untuk itu kita harus bisa ambil hikmahnya dari kegagalan kita, perbaiki apa yang salah, tapi biasanya yg salah itu adalah kita terlalu BOROS dan tidak bijak mengguakan uang. Lakukan pembukuan dengan baik dan teratur, gaji diri kita sendiri supaya penggunaan uang terkontrol.
Ayo bangun bisnis apa aja mulai dari jualan kuaci sampe bikin roket ke bulan. Membangun bisnis ga perlu modal yang pentng keberanian, kalo ga berani bagaimana mau sukses. Contoh orang2 Madura dengan lapak barang bekasnya, cari informasi sebanyak2nya pabrik mana yg meu menerima barang bekas atas belajar masak sendiri untuk bisnis kuliner dan kalo punya bisnis jangan malu ama tetangga, toh lita ga minta makan ama mereka.
Terima kasih pak Purdie dan EU
turipno Reply:
January 14th, 2010 at 10:51
assalamu’alaikum mas danu, saya butuh investor untuk jalankan bisnis kambing pala hitam, cuma saya belum temukan investornya, saya penginnya orang pribadi bukan bank, bisa tolong bantu q g mas……………soalnya aku butuh modal awal cuma 20jt nama saya:turipno alamat pakelen rt 01/01 kec madukara,kab banjarnegara,central java. hp 085326835606
January 2nd, 2010 at 16:13
Saya mau tanya ada ngga ya cabang EU di Jaktim?/Dibekasi?
January 3rd, 2010 at 22:35
wow…..kisah yang inspiratif…..sukses selalu
January 14th, 2010 at 14:26
Pak Purdi saya dari Elshinta Majalah tertarik dengan kisah bapak dalam merintis usaha bimbingan belajar boleh kah saya minta no contact bapak, terima kasih.
September 2nd, 2011 at 13:52
saya ingin buka usaha jasa service komputer tapi masih ada rasa bingung.. memang orang gila saja yang berani ambil resiko.. saya mau ambil resiko tanpa jadi orang gila..