Jika Anak Ingin Bisnis
Jika anak kita ingin bisnis seperti profesi yang digeluti orang tuanya, bagaimana sebaiknya sikap kita sebagai orang tua menghadapi hal itu. Apakah kita apriori atau ingin ikuti saja keinginannya. Saya rasa, kasus ini tak sedikit dialami kalangan pengusaha, termasuk saya sendiri, yaitu ketika anak saya yang masih duduk di bangku SMP juga punya keinginan jadi pengusaha Warnet.
Menurut saya, hal itu wajar terjadi, karena barang kali anak kita sudah terbiasa dengan atmosfer bisnis. Meski, tak sedikit pula anak pengusaha yang sama sekali tidak ingin bercita-cita jadi pengusaha, karena dia tau ayahnya sangat sibuk. Sedangkan, untuk mendidik sendiri pun tidak mudah. Masalahnya, adalah faktor kedekatan emosional sangat besar, dan itu terkadang menjadi kendala perkembangan anak itu sendiri.
Sementara itu, saya melihat belum adanya sekolah yang menyiapkan seseorang jadi pengusaha. Sehingga, jika anak kita ingin jadi pengusaha, maka dirasa perlu ada orang lain yang kita percaya untuk menjadi pembimbingnya atau mentornya.
Hanya, di dalam kita melibatkan mentor dari keluarga, tetap harus direncanakan dengan baik. Dan, agar berhasil, menurut Patricia Schiff, kolumnis di “Entrepreneur Magazine”, kita harus memperhatikan faktor-faktor di bawah ini.
Faktor pertama, kita harus tahu siapa orang yang menjadi mentornya. Memiliki keterampilan dan dapat memberikan bimbingan, memang merupakan syarat utama. Dan kita sebagai orang tua, semestinya harus lebih dulu percaya sebelum mentor tersebut kita libatkan di dalam membimbing anak kita.
Faktor kedua, apa yang harus kita ketahui pada mentor. Artinya sebelum mentor dari luar keluarga itu menentukan aturan-aturan dalam memberikan bimbingan, sebaiknya kita perlu menjelaskan pada mentor tersebut, apa saja yang menjadi ruang geraknya, dan apa saja yang menjadi tanggung jawabnya. Misalnya saja,dia harus dapat mendidik sikap disiplin pada anak kita.
Faktor ketiga, adalah apa saja yang tidak boleh dilakukan mentor. Misalnya, dia tidak semestinya mencoba melakukan “sabotase” pada proses mentoring itu sendiri. Sebab, sebenarnya inti dari mentoring adalah bagaimana memberikan masukan bagi kemampuan anak kita di bidang bisnis. Sehingga proses tersebut nantinya, akan menjadikan anak kita lebih matang dalam bisnis.
Oleh karena itulah, saya kira, program mentoring semacam itu sebaiknya kita rencanakan untuk jangka waktu terbatas, 5 atau sampai 10 tahun. Sebab, saat inilah, kita sebagai pengusaha akan pensiun atau istirahat. Sementara, anak kita di saat itu telah siap menjadi pengusaha.



October 9th, 2009 at 12:19
Setuju Pak Purdi,….
Ayah saya seorang pengusaha Expedisi, tiap hari marah sama sopir yang selalu bikin jengkel, …lama-lama saya minder juga apalagi seorang teman ayah yang seprofesi bercanda ” kalo pengusaha seperti mereka biasanya cepat kena penyakit darh tinggi” hiiiii, saya jadi banting stir…. Jualan Komputer, berdasar hobby…dan itu saya lakoni sejak SMA kelas 1 walau dilarang keras oleh orang tua saat itu,….saya ngak nyangka kalau ini jadi jalan hidup saya, dari sebuah toko kecil 4x5m di ruang tamu rumah, hingga kini importir, doain ya pak agar dalam waktu dekat bisa produksi.
Pak thank’s sejak sering baca artikel bapak saya jadi lebih brani melangkah lebih extreem dalam bisnis.sekali lagi thanks.
October 11th, 2009 at 16:48
memang untuk bisa melihat lebih jauh kita harus duduk di pundak raksasa……doain pak secepatnya saya akan gabung di EU….lagi ngumpulin modal buat ikut seminarnya.{malum karyawan}..kemaren ikut seminar dei hotel maharani
online-business-story.com Reply:
October 21st, 2009 at 07:08
Semoga cepat bergabung mas.
Saya EU angkatan 3 pontianak.
Yang dasyat sebenarnya bukan materi yand diberikan di EU, tapi komunitasnya. Komunitas inilah yang membuat saya makin terpacu dan konsisten dalam meraih impian saya.
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
October 22nd, 2009 at 04:12
Menurut saya itu wajar.
Karena anak pasti meihat model dan sosok orang tua sebagai panutan.
Saya mahasiswa pak Purdi juga.
November 1st, 2009 at 00:41
seandainya di negeri ini ada universitas yang jurusannya menyiapkan seseorang jadi pengusaha…..
yudi Reply:
November 2nd, 2009 at 14:57
ada mas, EU *entrepreneur university..
Lucky Reply:
November 7th, 2009 at 20:07
kalo semua pengusaha tar siapa yg jadi konsumennya?
sepatu Reply:
May 14th, 2011 at 23:30
hahaE… sudah sunatulloh… pengusaha akan jd minoritas dan konsumen akan jd mayyoritas
March 3rd, 2010 at 18:51
kami dari iplogodesign menawarkan jasa branding consultant (pembuatan logo dll)untuk perusahaan anda secara profesional. untuk portofolio, harga serta contact lengkap silakan kunjungi website kami di iplogodesign.com
September 3rd, 2010 at 12:01
Saat ini saya sedang selingkuh pakk…karyawan kerja sambilan dagang kepiting…mimpinya sih punya usaha grosir dan exportir kepiting.Saat ini baru melayani pasar Surabaya (saya tugas di Tarakan KalTim).Menurut anda kapan saat yang tepat buat saya untuk pensiun sebagai karyawan?