Mau Bikin Apa Lagi?
Bisnis Supermarket atau Swalayan, memang saat ini sedang tren. Banyak pihak yang mencobanya. Barangkali bisnis ini menjanjikan untung besar. Tapi yang jelas, permintaan konsumen akan kebutuhan pangan dan sandang terus meningkat dan belum bisa dipenuhi oleh swalayan yang ada.
Sebagai entrepreneur, saya ikut mencobanya. Saya beri nama pro market Swalayan. Saya gulirkan awal Desember 2001 lalu. Sebenarnya tujuan saya mendirika pro market Swalayan bukan semata-mata mencari untung atau membuat diri saya ‘Kaya’ secara pribadi. Bukan itu tapi, saya berharap kehadiran pro market Swalayan akan menciptakan, ‘kekayaan baru’ yaitu akan banyak menciptakan lapangan kerja baru hanya sebagai bisnis ritel saja, tapi juga bisnis property. Adanya pro market Swalayan juga akan akan menaikan harga property di sekitarnya jadi dampak positif pada lingkungannya. Lihat saja, ketika pagi hari di sekitar jalan Diponegoro sibuk dengan kegiatan perkantoran perbankan, dan bisnis lainnya, tapi malam begitu tiba, suasana jalan di pusat kota Yogyakarta ini terlihat sepi, seolah tak ada kegiatan bisnis sekalipun masih terlihat sejumlah pedagang kaki lima.
Atas pertimbangan itulah, yang menguatkan tekad saya dan memberikan keyakinan bahwa saat sekarang inilah saya perlu mencoba bisnis ritel ini. Apalagi, saya melihat, belum ada Swalayan besar di sekitar jalan Pangeran Diponegoro Yogyakarta. Nah begitu, saya buka pro market, ternyata suasana jalan ini di malam hari menjadi ‘hidup’. Jalan menjadi lebih ramai, dan saya yakin akan memancing pengusaha lain untuk ikut meramaikan dengan bisnis-bisnis lainnya.
Peluang bisnis ritel ini memang masih menganga. Keuntungannya sangat menantang, tak kalah dibandingkan dengan bisnis lainnya. Tapi lantaran bisnis ini bagi saya masih relatif baru, maka ketimbang buntung, saya lebih baik mencari mitra bisnis yang professional di bidangnya. Sebab, bagaimanapun, kalau bisnis ini dikelola secara professional tak mustahil akan menjadi core business baru dalam kelompok bisnis Grup Primagama. Sekalipun sesungguhnya bisnis ini tak mudah, namun berbekal optimisme saya yakin, pro market Swalayan akan berkembang.
Terus tentang, optimisme itulah yang membuat saya yakin semakin percaya diri. Semula saya tak yakin bisnis baru ini muncul, karena saya tak punya pengalaman. Tapi berbekal pengalaman saya membuka restoran padang Prima Raja, yang juga sama sekali tak ada pengalaman tapi akhirnya berhasil saya wujudkan, maka jiwa entrepreneur saya pun bergerak juga untuk mewujudkan Swalayan ini. Dan, Akhirnya terwujud juga. Sekalipun untuk suksesnya bisnis ini, waktu jualah yang akan membuktikannya.
Memang, seusai membuka bisnis ritel pertama ini saya sempat diledek oleh teman-teman pengusaha maupun relasi lainnya. “Mau bikin apa lagi?” tanya mereka. Mendengar pertanyaan itu, saya tersenyum. Tapi yang jelas, dalam benak saya sesungguhnya masih banyak mimpi yang belum terwujud sampai sekarang ini. Misalnya, ingin punya hotel. Tapi terkadang muncul keinginan lain yaitu punya stasiun televisi swasta. Dan tiba-tiba ada keinginan lain lagi, yaitu punya lapangan golf. Tapi itu semua memang baru mimpi, boleh, ‘kan? Saya kira, begitu juga anda pasti punya mimpi yang tinggi. Namun yang terpenting dari semua ini adalah sebagai pengusaha kita ingin menciptakan banyak lapangan kerja dengan kita mengembangkan bisnis.




September 30th, 2009 at 10:32
Ya…… dari mimpi-mimpi itulah yang akan memberi spirit buat kita untuk selalu berjuang untuk mewujudkannya.. mestinya menggunakan analisa SWOT (Kekuatan, kelemahan peluang dan ancaman)… dengan menggunakan tolok ukur seperti itu semoga bisa berjalan lancar dan sukses…
[Reply]
February 7th, 2010 at 23:37
yahh semua ber awal dari mimpi..saya mewarisi usaha dari orang tua yang bergerak di bidang optikal/kacamata..memang mungkin sifat saya dari dulu gak pernah betah,,selesai kuliah di jogja saya buka warnet di padang padahal optikal sedang berjalan dan masih butuh “asuhan” setelah dilepas ke saya,,ternyata padang pada saat itu (2001) belum “melek” internet seperti saat ini,,jadilah usaha saya itu bangkrut,,saya “dendam” sekali saya kembali ke bisnis awal dengan membuka 3 cabang baru dengan modal dari orang banyak, maksudnya Bank,,sehingga yang mendoakan saya juga banyak,,trims…waktu buka warnet pake modal sendiri sehingga yang mendoakan juga saya sendiri..hahaa..tahun 2005 saya buka swalayan alhamdulillah masih berjalan,,dan tambah maju,,2008 saya ada peluang buka apotik,,semua pake uang orang banyak sehingga doanya juga rame,,sekali lagi trims,,saya meng “amal” kan pesan dari pak purdi sukses dengan modal orang lain,,dan pesan dari pak mario teguh bermimpi lah saat sebelum tidur dan terus bermimpi pada saat tidak tidur,,sebagai pengusaha buka berarti kita harus banyak duit di bank,,sering kali uang saya terus terang saja hanya beberapa ratus ribu saja di tabungan,,tapi teruslah berdoa walaupun tidak dalam beribadah,,
[Reply]
May 18th, 2010 at 18:35
hebat pak…
saya juga punya banyak mimpi2, namun sayangnya belum terwujud mimpi yang satu sudah ingin menjalankan mimpi yang lainnya…
jadinya malah ga ada yang kelaksana
hehehhe
[Reply]
August 9th, 2010 at 00:37
thanks atas virus interprener yang di tularkan selama ini, sehingga saya berani bermimipi insya allah dalam waktu dekat saya akan mewujudkan mimpi saya untuk mempunyai minimarket, sekali lagi terima kasih banyak PAK PURDI
[Reply]