Jangan Jadi Pengusaha Klien
Selama ini kita masih sering kali melihat, adanya pengusaha yang selalu”repot-repot” mengundang pejabat tertentu untuk meresmikan pembukaan usahanya. Sementara, istri pejabat itu sambil tersenyum seraya menggunting pita, hadirin tepuk tangan. Itu semua, tentu saja selalu ada pamrihnya. Setidaknya, pengaruh pejabat itu akan memuluskan usahanya kelak.
Namun, di era millennium ketiga ini, tampaknya hal-hal seperti itu tidak perlu terjadi lagi. Artinya, kita tidak usah repot-repot seperti itu. Sebaiknya, kita harus bebas dari pengaruh kekuadaan politik dan pemerintah apalagi pejabat tertentu. Menurut saya, justru yang sangat diperlukan dalam suatu sistem perekonomian terbuka sekarang ini, adalah pengusaha yang kompetitif dan otonom Pengusaha semacam inilah adalah pengusaha yang tidak tergantung pemerintah, tapi lebih tergantung mekanisme pasar.
Saya yakin, kehadiran pengusaha yang kompetitif dan otonom akan merupakan satu elemen yang sangat penting artinya bagi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Sosok seperti ini, cenderung akan lebih mampu berperan sebagai kekuatan utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi.
Tapi sayangnya, di Negara kita ini, golongan pengusaha yang kompetitif dan otonom semacam ini, ternyata belum berkembang secara maksimal. Justru, yang saya lihat selama ini, yakni masih banyak munculnya kelompok-kelompok pengusaha swasta jenis lain yang biasa kita namakan pengusaha klien (client businessman). Dalam aktifitas bisnisnya, mereka memang banyak tergantung, dan menjadi kroni pejabat, atau tergantung pada pengaruh penguasa politik atau pemerintah.
Dalam konteks inilah, saya kira sebaiknya peranan pemerintah tidak diperbesar. Oleh karena, inefisiensi dalam birokrasi jelas sudah usang. Hal itu sudah tak cocok lagi dengan kecepatan bisnis, apalagi di era millennium ketiga ini. Dan, kita sendiri sebagai pengusaha wirausahawan juga perlu banyak belajar dari pengalaman, bahwa sesungguhnya menjadi pengusaha klien nyata-nyata tidak membuat kita mandiri dalam bisnis.
Sebab, bagaimanapun, kalau kita menjadi pengusaha yang otonom, akan lebih mampu memperbaiki kredibilitas Negara kita. Bahkan, saya optimis, kita juga akan mampu mengembalikan kepercayaan para investor asing. Saya yakin, kalau pengusaha yang kompetitif dan otonom ini berkembang dengan baik di Negara kita, maka tak mustahil pada tahun 2001 mendatang, perekonomian Indonesia diharapkan bisa pulih kembali. Agaknya, semua harapan ini masih termasuk wajar. Hanya, bagaimana pemerintah kita menyikapinya.
Kita sebagai pengusaha, memang dituntut untuk terus berusaha menjadi pengusaha yang otonom. Dengan demikian, kita akan lebih mampu menjadi pengusaha yang kompetitif. Karena itu, menurut saya, sekarang ini bukan waktunya lagi bagi kita untuk mengembangkan bisnis klien, yang juga dikenal sebagai bisnis lobi. Bisnis lobi karena faktor kedekatan dengan politikus maupun pemerintah semacam itu, dulu memang banyak berkembang di Negara kita. Sehingga tak mengherankan kalau lantas banyak bermunculan kasus KKN. Sementara, kita lihat pengusaha yang benar-benar otonom menjadi sulit berkembang.
Pengertian otonom yang saya maksud di sini, bukan lantas hubungan antar perusahaan itu tidak penting. Hubungan sinergi dalam bisnis itu, tentu saja tetap diperlukan. Begitu pula hubungan kita dengan pemerintah, juga tetap harmonis dan transparan. Hanya saja, jangan lantas bisnis yang kita jalankan sekarang ini semata-mata hanya tergantung pada pemerintah atau berlindung pada pejabat. Sebab, jika suatu saat pejabat atau pemerintah itu ganti atau partainya tidak lagi memerintah, akibatnya bisnis bisa bangkrut atau hancur.
Oleh karena itulah, ada baiknya kita menjauhi bisnis lobi. Dan, lebih baik kita menggalakan bisnis yang berhubungan langsung dengan pasar. Sebab, bagaimanapun kita harus tetap berusaha, bahwa dengan kondisi pasar yang terus bergerak, ternyata pasar tetap membutuhkan produk kita. Itu lebih penting. Sebab, kalau seorang pengusaha berhasil menjalankan bisnis pasar, tentu dia akan memiliki kredibilitas yang tinggi sebagai pengusaha otonom yang sukses.




July 29th, 2009 at 09:18
informasi yang sangat bagus, mari kita penuhi kebutuhan pasar.
[Reply]
September 22nd, 2009 at 14:29
Informasi yang sangat bagus. Menggugah selera untuk berwirausaha..Terimakasih Pak Purdi……….
[Reply]
June 20th, 2010 at 00:32
salam pak PURDI CHANDRA…teristimewa pak MIMING dan pak BARAON yng udah hadir di TOMOHON…MINAHASA…MANADO yang memberikan seminar pertama kali pada bulan mei 2009 sehingga saya bisa mempunyai wawasan untuk jadi seseorang yang ingi mengejar kebebasan finansial dan itu semua berkat saya mengikuti EU…ENTERPRENEUR UNIVERSITY….sekolah pengusaha…sekali lagi terima kasih…SALAM SUKSES.
[Reply]
June 20th, 2010 at 00:34
SKALI LAGI TERIMA KASIH
[Reply]