Dengan Otak Kanan Mengubah Musibah Jadi Barokah
Dalam bisnis, laju dan majunya perusahaan terkadang tergantung dari sudut mana kita melihat suatu peristiwa yang kita alami dalam menjalankan usaha kita sehari-hari. Hak itu pula yang saya alami dalam 25 tahun terakhir ini, jangan dikira, sebelum akhirnya memiliki 600-an cabang Bimbel Primagama dan membuka puluhan usaha lain, banyak sekali moment bisnis saya alami dengan beragam peristiwa tragis. Akan tetapi hal itu justru mempertajam intuisi kita dalam mengembangkan usaha. Cerita berikut bisa menjadi pengalaman bagi Anda betapa suatu tragedy terkadang tak selamanya jadi halangan untuk mengembangkan usaha.
Dulu, ketika saya mengembangkan cabang baru Primagama di kota Solo, ada satu tragedy menarik yang bisa saya ceritakan untuk pembaca. Kisahnya bermula dari mencari tempat usaha. Setelah survey sana-sini, kami menemukan lokasi strategis untuk cabang pertama Primagama di Solo, yakni sebuah rumah di Jalan Honggowongso. Akan tetapi kondisi rumah tidak siap pakai, esok harinya saya perintahkan tukang untuk membawa perlengkapan bangunan dan pertukangan untuk merenovasi rumah itu. Semua perlengkapan dibawa dengan colt pick up dari Yogjakarta menuju Solo.
Rupanya dalam perjalanan ke Solo, di Klaten, mobil pengangkut material itu malah menabrak pohon, barang bawaan jadi rusak dan hancur. Saya sempat marah dengan sopir waktu itu. “Memangnya kamu tidak melihat ada pohon nyebrang jalan kok sampai kamu tabrak?” kejadian itu memang sempat menjadi diskusi di kantor Primagama Yogja. Itu pertanda buruk, jangan buka cabang di Solo dulu, itu musibah yang kata orang Jawa malati, bawa sial. Jadi sebaiknya ditunda dulu keinginan buka cabang di Solo, sebelum juga mulai tapi sudah terjadi musibah, begitu komentar banyak teman kantor.
Tapi waktu itu, dengan pola pikir otak kanan, saya justru punya pandangan lain. Kasus tabrakan itu dalam pandangan otak kanan saya justru ujian dalam bisnis. Dan biasanya ujian itu adalah harga tebusan untuk meraih sukses yang lebih besar, kalau belum-belum sudah kena musibah, saya yakin Tuhan justru menjanjikan barokah rezeki besar menanti di depan kalau kita berhasil melaluinya. Oleh karena itu, saya perintahkan untuk jalan terus dan tetap membuka cabang Primagama Solo, ya di Jalan Honggowongso.
Alhamdulillah, intuisi otak kanan dalam melihat peluang bisnis saya tak keliru. Justru sampai sekarang di Solo yang kini sudah menjadi hampir 19 outlet bimbingan, menjadi salah satu outlet Primagama paling gemuk dan paling banyak siswanya. Coba, kalau dahulu saya memenuhi saran banyak orang untuk membatalkan buka cabang di Solo, cerita sukses dari cabang Solo tak akan terjadi dan boleh jadi sampai sekarang. Primagama tak akan pernah punya cabang di Solo, karena percaya takhayul bisnis yang ternyata terbukti tidak benar.
Dalam mind set otak kanan, tidak ikut arus dan berani menentang pola pikir lama yang menjadi keyakinan banyak orang. Boleh jadi, saat melihat musibah yang kita hadapi dalam perjalanan bisnis dengan cara pandang yang berbeda, bisa jadi kunci sukses kita. Tak jarang justru musibah bisa berbuah barokah! Untuk itu, saya selalu menyarankan kepada banyak teman, kalau memang kita yakin pada intuisi kita bahwa apa yang kita lakukan benar dan akan mencapai sukses, kita harus menjalani target bisnis kita dengan ngundung (keteguhan hati – istilah Jawa). Ya, kalau memang sudah mau, ya harus dilakukan dengan keteguhan hati. Sudah banyak saya buktikan kalau memang kita benar dan punya keteguhan hati, pasti kita bisa meraih sukses.
Satu lagi bukti, bahwa keyakinan dan optimisme yang menjadi intuisi, mengantar kita menuju sukses bisnis. Beberapa tahun lalu ketika saya membuka sekolah Entrepreneur University dengan konsep tanpa nilai, tanpa ujian dan diwisuda setelah siswa terbukti berhasil menjadi pengusaha itu sempat membuat Dirjen Dikti keberatan dan mengirimkan surat teguran kepada saya. Intinya saya tidak diperbolehkan menggunakan istilah University pada sekolah entrepreneur itu. Oleh karena untuk menggunakan istilah University harus banyak aturan formal yang dipenuhi.
Saya tidak takut dengan teguran itu. Dengan santun saya balas surat teguran itu dan di surat tersebut saya jelaskan bahkan University dalam Entrepreneur University itu hanya sebuah nama. Apalah artinya sebuah nama. Karena, argument saya, Laksamana Sukardi juga bukan seorang laksamana dan Christine Hakim juga bukan seorang hakim pengadilan. Alhamdulillah sampai sekarang surat teguran itu juga tak dibalas lagi dan sampai sekarang EU sudah berkembang di banyak kota di Indonesia. Dan telah melahirkan ribuan pengusaha baru yang jauh lebih berguna bagi bangsa ini, daripada banyak lulusan universitas-universitas pada umumnya. Otak kanan kembali membuktikan bisa mengubah bencan atau ancaman, justru menjadi peluang yang gemilang.




May 27th, 2010 at 16:23
Memang betul… semangat pak purdie… yang pertamax… perlu dicontoh… dengan pantang menyerah… dan pantang mundur.. ada saja jalan…
[Reply]
May 30th, 2010 at 16:19
terus berusaha, tak kenal menyerah..
[Reply]
June 1st, 2010 at 16:40
Pak Purdie, terus terang nih gara gara sampeyan, sy skrg jadi sibuk mengembangkan dan membuka bisnis. Kuncinya emang kita jangan pernah menyerah sebelum tujuannya tercapai.
Salam kenal….Saya EU Sidoarjo
[Reply]
June 24th, 2010 at 08:37
Thanks Pak Purdie,
Saya izin share di Kampus Bisnis ya…
salam,
agus
http://www.bukupengusaha.com
kampus bisnis facebook
pecel MAK guss…
[Reply]
June 29th, 2010 at 16:37
pak purdie thank’s buat sharing kisahnya. boleh minta sarannya kan? saya skr lagi jalanin usaha warnet. tapi di tengah jalan kok banyak kendala ya. apakah ini bertanda saya harus menambah kualitas warnet saya (tambah modal), apakah memang usaha warnet tidak cocok untuk dikembangkan oleh saya? mohon sarannya. info : saya disekitar kampus, dan sangat banyak saingan warnet.
[Reply]
din Reply:
June 29th, 2010 at 17:08
@dunk : kalau boleh tau, sudah jalan berapa lama warnetnya mas ?, mungkin kita bisa share. alhamdulilah saya sudah 1 tahun lebih menjalani usaha yang sama. memang ada aja kendalanya, terlbih bila saingan kita cukup banyak.
[Reply]
July 13th, 2010 at 14:08
wah….. betu8l jga ya!!!!!
apalah arti sebuah nama????????
berarti…. bolleh donk kalo aku diam-diam juga dirikan bimbel pake nama PRIMAGAMA, ato dirikan komunitas dan sekolah bisnis pake nama enterpreneur university,…. kan apalah arti sebuah nama… ya nggak tema-teman?
[Reply]
July 13th, 2010 at 14:09
wah….. betul jga ya!!!!!
apalah arti sebuah nama????????
berarti…. bolleh donk kalo aku diam-diam juga dirikan bimbel pake nama PRIMAGAMA, ato dirikan komunitas dan sekolah bisnis pake nama enterpreneur university,…. kan apalah arti sebuah nama… ya nggak tema-teman?
[Reply]
membuatwebsites Reply:
July 27th, 2010 at 22:07
ya gak boleh donk.. kalo misalnya PRIMAGAMA itu sudah menjadi merek dagang ya ga boleh seenaknya gt pake nama PRIMAGAMA. urusannya dengan hukum nanti …
[Reply]
Positif Thinking Reply:
September 8th, 2010 at 14:58
Setuju..4 membuatwebsites, u/ mart..selalu positif thinking.
[Reply]
July 27th, 2010 at 22:10
wah.. pengen banget mengembangkan otak kananku .. mumpung masih muda
..
BTW, aku ngfans baget sama Bapak Purdhi .. Semoga suatu saat bisa bertemu dan berjabat tangan dengan Anda ..
[Reply]
August 6th, 2010 at 16:25
sangat bermanfaat, terimakasih pak Purdie
[Reply]
August 15th, 2010 at 17:17
mantab…
jaditerinspirasi…
[Reply]
August 21st, 2010 at 14:21
ok setuju bgt,pak purdie.
bagi yang pgn penghasilan tambahan lebih dr Rp 5juta/bln klik http://www.komunitas-milyuner.blogspot.com.
BuKaN MLM,ato money game.
[Reply]