Hobi Bisnis dan Pekerjaan Golf
Golf sebagai olah raga atau sport yang tak hanya untuk kesehatan saja, tapi secara psikologis kita juga akan mendapatkan suasana yang hampir sama dengan kegiatan bisnis. Misalnya, ketika kita harus memukul bola, bola bisa jauh atau dekat, lurus atau kiri-kanan, bisa masuk ke lubang, tapi bisa juga tak masuk ke lubang. Bisa sukses, bisa gagal. Begitu juga dalam menekuni bisnis. Bisnis kita bisa saja sukses, tapi bisa juga gagal.
Dalam olah raga golf, ketika kita gagal memasukan bola ke lubang, maka kegagalan itu bisa saja kita perbaiki pada saat itu juga, walaupun mungkin sudah masuk dalam hitungan atau penilaian. Soal penilaian tentu saja berbeda saat kita masih sekolah dulu. Katakanlah, kalau saat sekolah dulu kita mendapatkan nilai 8 atau nilai 9 tentu saja nilai itu sudah bagus. Sementara, di golf berbeda. Justru nilai 8 atau nilai 9 itu jelek. Lantas, nilai yang terbaik adalah 1, atau yang biasa disebut hole in one. Sedang nilai baik lainnya 2, 3, 4, 5 tergantung jaraknya (par-nya). Itu sama artinya, permainan kita bagus kalau saja saat kita memukulnya paling sedikit atau banyak melakukan kesalahan atau kegagalan.
Sedang kalau dalam bisnis kegagalan itu bisa berisiko financial. Tapi dalam golf, kegagalan itu biasa kita artikan bahwa, bola lari kanan-kiri, bola masuk kolam, bola hilang, mukulnya banyak. Tentu kalau kita jelek kita akan penasaran dan ingin mengulangi supaya mainnya lebih bagus. Jika kita main bagus, juga akan membuat kita penasaran untuk mengulangi lagi.
Manfaat lain dengan kita rajin berolahraga golf, kita akan bisa ambil hikmahnya pada aspek manajemennya. Dalam konteks inilah, saya melihat bahwa manajemen golf itu sendiri sangat baik untuk kita pelajari. Misalnya, bagaimana kita menggunakan berbagai alat pemukul bola dan stik. Alat tersebut seperti kita ketahui punya fungsi yang berbeda, yang membuat jarak pukulannya juga berbeda. Termasuk kejelian kita mau pakai stik nomor berapa untuk memukul bola golf itu. Memang, tak sedikit tantangan atau hambatan yang harus kita lakukan. Misalnya saja bagaimana cara memukulnya, kalau bola itu masuk bunker atau pasir. Belum lagi, menghadapi arah angin yang kencang. Dan setiap kita bermain akan mendapatkan suasana yang berbeda. Sama dengan bisnis kita.
Nah, kalau saat ini sebagai entrepreneur, tak ada salahnya kita mempelajari manajemen golf sehingga kita pandai dalam memilih staf dan karyawan. Kita juga akan semakin banyak relasi atau lebih mudah berhubungan dengan orang lain, dan membuat kita lebih mudah cepat akrab. Jelas, manfaatnya kita akan bisa melakukan lobi-lobi bisnis. Selain itu bukan hal yang tak mungkin, segala keputusan bisnis bisa kita lakukan dari lapangan golf. Dalam mengelola perusahaan, kita bisa juga melakukan dari lapangan golf. Misalnya dengan menggunakan teknologi seperti HP, itu kita bisa manfaatkan untuk bisnis.
Oleh karena itulah, ketika kita sering melihat orang yang sehari-harinya di lapangan golf, namun ternyata bisnisnya tetap saja jalan. Sehingga tak mengherankan kalau kita lantas berkomentar, “Orang itu hobinya bisnis, tapi pekerjaannya main golf.”



March 31st, 2010 at 17:16
Saya memang ngga mengerti banyak soal golf, tapi setahu saya para entrepreneur seperti Robert Kiyosaki hobi bermain golf karena bisa dimanfaatkan untuk lobi2 seperti yang bapak katakan.
Saya juga belajar dari Tony Robbins bahwa dari golf kita bisa mendapat gambaran bahwa perubahan sedikit saja bisa mengubah hasil dari usaha kita. Coba bayangkan, beda memukul bola beberapa derajat saja bisa menentukan baik buruknya pukulan dalam permainan golf.
Begitu halnya dengan bisnis atau usaha-usaha kita di bidang lain.
April 1st, 2010 at 13:10
OOOO…. memang betul bos-bos kita hobinya main golf…. dan bisnisnya tetap jalan, baik dari selling, negotiating, transaction, and deal of project can be doing in golf course… is very nice… and enjoy t do working…
April 4th, 2010 at 17:35
memang benar dimulai dari lapangan golf— cari partner yang satu ide
April 12th, 2010 at 21:39
setuju pak!
Game Of Life Filosofi (GOLF)
thumbs up for pak purdi
July 19th, 2011 at 16:55
JUAL BELI KEPERLUAN GOLF BERAWAL DARI HOBY, SEKALIGUS PENERUS BABEH, (mulai di Golf tahun 1963) pertama kali di Golf senayan.. sempat jadi (tukang) repair stick golf pertama di senayan, dan terpercaya oleh toko-toko se-pintu air pasar baru (jakarta pusat) dan kami telah menyediakan keperluan utk hoby golf Anda, atau repair dan fitting. FIRDAUSIRMAGOLF.COM
August 8th, 2011 at 00:58
wah olah raga elite..
pengen sih, biar bisa ketemu big boss