Purdi E Chandra

Cara “GILA” Jadi Pengusaha

Bagaimana Mindset Mempegaruhi Tindakan Kita, Berikutnya Nasib Kita

Kali ini ada banyak ilmu menarik yang dipaparkan secara loncat-loncat oleh sahabat saya, Budi Rachmat, mentor EntrePreneur, yang saya gelari: Robert Kyosaki-nya Indonesia.
Kalau penjelasannya seperti melompat-lompat, maapin aja deh, maklum, antara otak dan tangan untuk menulis tidak seimbang, maksudnya: Sangat banyak yg ingin disampaikan, sehingga bahasa tulisan dan verbalnya gak mampu menampung ide-ide beliau. :)

Selamat menikmati!! [Read the rest of this entry...]

Perajin Bola Handmade: Mampu Produksi Seribu Bola Sebulan

Olahraga menggunakan bola seperti sepakbola dan voli merupakan olahraga sepanjang zaman yang selalu diminati. Tak heran produksi bola tetap berjalan meski tak ada perhelatan olahraga akbar seperti Olympiade dan World Champion. Ini menjadikan produksi bola di sentra industri  daerah Sukabumi seperti tak ada matinya. Begitu halnya bagi Yosep Dani Yustian (36), produsen bola di daerah sentra Bojonggaling, Sukabumi, Jawa Barat ini. Booming olahraga futsal dan permintaan souvenir pemilu membuat usahanya naik 50 persen dari umumnya.

Seperti apa usahanya?   

Bagi Yosep, bola sepak telah menjadi bagian hidupnya. Betapa tidak, sejak kecil ia telah bergelut dengan pembuatan bola sepak yang kebetulan dikerjakan hampir semua warga di kampungnya di Bojonggaling, Sukabumi, Jawa Barat. Kondisi inilah yang kemudian membawa Yosep menjadi perajin bola sepak sepeninggal ayahnya. Tepat tahun 2000 Yosep melanjutkan usaha produksi bola sepak rumahan di bawah bendera Iwan Sport, usaha tersebut telah lama dijalankan keluarganya. Ia tak bisa menjabarkan  berapa modal awal karena ia hanya melanjutkan usaha ayahnya. [Read the rest of this entry...]

Bisnis Bakmi Mbah Mo

Anda penggemar bakmi godhog (rebus) khas Yogya? Bila ya, pasti pernah mencicipi bakmi godhong mbah mo di Dusun Code, tiga kilometer arah timur kota Bantul Yogyakarta, atau kurang lebih 15 kilometer arah selatan kota Yogya.

Mbah mo nama panggilan Mbah Atmo, juga berfungsi sebagai “merek dagang” dari jasa, produk, sekaligus warungnya. Ia membuka dagangannya mulai pukul 5 sore hingga pukul 10 malam. Ingin tahu siapa pelanggannya? Sebagai gambaran 90% pelanggannya datang dari Yogyakarta, Magelang, Klaten, bahkan Jakarta. Kebanyakan pelanggannya mengunakan roda empat.

[Read the rest of this entry...]

No Tipping, No Bakpia

Soal, tipping atau memberikan tip di hotel tentu bukan hal baru lagi. Telah membudaya. Apalagi, bila kita sebagai tamu hotel, pasti akan tahu dan harus tahu bahwa member tip itu wajib. Kalau tidak, maka bell boy yang semula ramah mengantar kita membawakan barang ke kamar hotel, akan tetap berdiri di pintu kamar. Apalagi, kalau bukan menunggu tip dari kita. Setelah tip diberikan, dia baru pergi.

Barangkali, kejadian yang saya alami kali ini sebaliknya. Saat saya menginap di Hotel Marcopolo, di jalan Cik Ditiro, Jakarta Pusat, semua bell boy maupun karyawan bagian lainnya menolak tip. Bahkan, ketika saya bawa oleh-oleh kue khas Yogya, bakpia, juga ditolak halus. “Maaf pak, kami tidak dapat menerima apa pun dari tamu”, ujar mereka. Manajemen hotel ini rupanya melarang tamunya member tip dalam bentuk apa pun. Bukan hanya no tipping, tapi juga no bakpia.

[Read the rest of this entry...]

Tak Suka Bisnis Besar

Anda penggemar soto? Kalau, ya, pasti Anda telah mengenal atau bahkan lelah menjadi pelanggan tetap Soto Kadipiro, yang terletak di jalan Wates Yogyakarta itu. Di restoran yang didirikan 1921 oleh Pak Karto Wijoyo (alm.), dan sejak 1975 dikelola putra sulungnya, Pak Widadi (60 tahun) sampai sekarang ini, secara terbuka memaparkan tulisan besar pada sebuah papan yang dipasang di restoran tersebut. Isinya, “Tidak buka cabang di Jakarta dan di kota lainnya.”

[Read the rest of this entry...]

Berkembang dengan Franchise

Baru saja saya membuka cabang Primagama dengan sistem frainchise di tiga kota, yaitu Pekanbaru, Sampit-Kalimantan Tengah, dan Tangerang. Sebelumnya cabang yang ada selama ini kami buka dengan dikelola sendiri. Sistem ini, saya kira sangat tepat untuk kita kembangkan. Di saat ekonomi mulai membaik, usaha kita tetap berkembang meski tidak dengan menyiapkan dana sendiri. Justru dengan sistem frainchise, kita akan mendapatkan dana awal dan royalti.

Franchise adalah pemberian hak pada seseorang dalam penggunaan merek, untuk menjalankan usaha dalam kurun waktu tertentu. Sistem ini lebih menguntungkan untuk mengembangkan usaha kita dibanding cara yang lainnya. Oleh karena, ketika menggunakan sistem frainchise terhadap usaha kita, maka jelas orang lain membayar merek dan royalti tiap bulannya pada kita. Biayanya lebih rendah daripada cara lainnya, dan kita tak perlu mengalokasikan uang atau modal untuk tempat usaha dan yang lainnya.

[Read the rest of this entry...]

KebunEMAS

Modal Bisnis